Tampilkan postingan dengan label Servis hp nokia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Servis hp nokia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2011

servis HP bluetooth 6700c


“Pak, saya sudah Service hp Nokia berkali-kali mengganti modul Bluetooth, tapi tetap saja Bluetooth tidak bisa diaktifkan. Apa lagi yang harus diganti? “ Tanya seorang murid waktu sesi pelajaran teori.
Dari pertanyaannya, dapat dipastikan sang murid sudah sering memperbaiki ponsel, namun tak jarang menghadapi kendala.
“Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat skemanya!” Jawabku.
Rangkaian di atas adalah rangkaian Bluetooth pada ponsel Nokia 6700c. IC yang sering disebut dengan IC Bluetooth adalah IC yang paling besar, yakni D6000. Memang cukup rumit bila kita lihat. Namun kita bisa memilah-milahnya untuk mempermudah kita dalam menganalisa.
Lihat posisi IC Bluetooth di layout berikut
Banyak kasus Bluetooth disebabkan oleh rusaknya IC D6000 ini, namun ada kalanya kerusakan disebabkan oleh hal lain. Mari kita simak langkah perbaikan kerusakan pada Bluetooth ini.
Yang harus diperhatikan pertama-tama adalah posisi antenna, dan konektornya.
Simak skema di bawah ini
Dikarenakan IC ini selain mengatur Bluetooth, juga mengatur fungsi radio, jadi terdapat dua buah antenna yang berbeda : satu untuk radio, yakni dari kaki E9 , dan yang kedua untuk Bluetooth yang berasal dari kaki C9. Kemudian ponselpun dibuka oleh sang murid, dan bagian antenanya bisa dipastikan masih baik.
Hal kedua yang perlu diperhatikan juga adalah tegangan kerjanya. Jika dilihat di skema, terdapat tegangan VIO yang masuk ke kaki IC G5, A3 dan G8. Sesudah diukur lagi, dapat dipastikan tegangan VIO normal.
Selain hal di atas, system clock pun harus diteliti. Ketidak hadiran clock akan berpengaruh pada tidak bekerjanya Bluetooth. Clock yang pertama di cek adalah sleepclock yang datang dari oscillator di sekitar IC power. Pengukuran clock bisa dilakukan dengan menggunakan oscilloscope.
Pengukuran memang tidak perlu dilakukan di kaki G8 IC. Ada tempat lain yang bisa dijadikan testpoint. Dan lagi-lagi clock ini pun ada.
Berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah sysclock yang besarnya 38,4Mhz. Testpointnya bisa dilakukan di R6381 seperti di skema bawah ini.
Posisi testpoint
Seusai diukur berulang kali, didapat clock ini tidak ada. Dimana sumber masalahnya? Mari kita lihat asal dari clock ini.
Clock 38,4Mz dihasilakan oleh sebuah oscillator G8380. Apakah IC ini yang rusak? Jangan langsung mengganti IC ini, ada baiknya jika kita periksa dulu tegangan Vccnya di IC C6382.
Mari lihat di layout berikut
Sewaktu tegangan kerja diukur, ditemukanlah sumber masalahnya. Ternyata tidak bekerjanya oscillator disebabkan oleh tidak adanya tegangan kerja untuk oscillator tersebut.
Penyelidikan dilanjutkan ke penghasil tegangan kerjanya. Jika kita lihat kembali skema di atas, penghasil tengangan kerja untuk oscillator adalah IC N6380.
Apakah bisa dipastikan IC ini yang rusak? Belum tentu lagi jawabannya. Ada beberapa tegangan yang mesti diukur yakni tegangan Vbat di C6380 dan tegangan control clockReq di R6380. Kami pun mengukur kedua tegangan. Kedua tegangan normal! Artinya IC N6380 rusak. IC harus diganti. Setelah kami ganti, ponselpun kembali normal!
Pertanyaan edisi kali ini
IC manakah yang berfungsi menghasilkan gelombang clock 38,4Mhz di system Bluetooth?
Ditulis oleh
-Tayung, ST
-Ridwan, ST
-Staff Pengajar V-Tiga
V-tiga kursus HP

nokia 6730 vibrate sendiri


Saya punya ponsel nokia 6730, tiba tiba ponsel bergetar sendiri sehingga batere cepat habis . Apa yang harus saya kerjakan?
Pada dasarnya kenapa ponsel bisa bergetar sendiri bisa dilihat dari skematik di bawah ini.
Jalur  vibra ada dimulai dari  lingkaran merah. Penggerak  vibra adalah sebuah IC yang dijuluki IC GAZOO, jika dilihat di skema IC ini bernomor N2200.
Posisi IC
Tapi sekali lagi, kerusakan pada getar ini tidak 100 persen terletak pada IC ini, boleh jadi komponen kecillah yang menyebabkan efek getar terus menerus. Mari lihat lanjutan dari skema di atas.
Jalur vibra dari IC N2200 akan menuju ke vibrator M2100. Namun di pertengahan ada banyak juga komponen yang berkemungkinan rusak. Jadi kita tidak bisa memvonis IC lah yang rusak, perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memastikannya
Saya punya ponsel Nokia tipe X6. Handphone ini  tidak bisa melakukan pengisian batere. Proses pengisian berjalan, tapi batere tidak bisa terisi penuh.  Saya sudah mengganti IC chargernya. Tapi tetap saja tidak bisa . apa yang harus saya kerjakan lagi ?
Masalah charger adalah masalah yang kerap ditemui  oleh para teknisi. Umumnya kerusakan terjadi di IC charger, tapi tidak semua masalah ada di IC ini. Seperti pada kasus di atas, si teknisi sudah mengganti ICnya berkali kali, namun tetap sama. Mari lihat cuplikan skema  di bawah ini.
Charger masuk dari konektor charger menuju IC Betty kaki D8, C7, dan D7. Jika dilihat dari gejala yang ada, sudah bisa dipastikan jalur ini normal. Yang harus diperhatikan adalah jalur outputnya yakni jalur E8, E7, dan D6. Jalur output ini sering kali  terputus ke konektor batere.
Ditulis oleh
-Tayung, ST
-Ridwan, ST
-Staff Pengajar V-Tiga Kursus Hp

perbaikan layar nokia 6600f

perbaikan layar nokia 6600f

Suatu kali dalam pelajaran studi kasus, seorang murid membawa ponsel Nokia tipe 6600f untuk diperbaikinya sendiri, namun tentu saja dibimbing oleh staff pengajar.  Ketika diperiksa, permasalahan ponsel tersebut terlihat kamera tidak berfungsi sama sekali.
“Apa yang harus saya lakukan pertama kali?”Tanya si murid kebingungan.  Setelah permasalahannya sudah jelas,  ponsel diperbaiki sampai selesai.
Pada kesempatan kali ini VTIGA hendak membahas permasalahan seputar rangkaian kamera, khususnya di ponsel Nokia 6600F
Lihat skema di bawah
“Tapi sebelum kita melihat lebih jauh, jangan lupa hal hal kecil yang perlu diperhatikan. Coba dulu modul kameranya.” Jelas ku lagi
Dalam banyak kasus, kerusakan atau ketidaknormalan fungsi sebuah ponsel hanya disebabkan oleh masalah mekanikal seperti tidak terhubungnya modul, ataupun dikarenakan kotornya konektor.
“Menurut teman saya yang juga seorang teknisi, biasanya masalahnya ada di IC kameranya!” tambah sang murid sambil menunjuk IC kamera.
“Jangan selalu mengkambing hitamkan IC kamera. Memang kalau ICnya rusak, bisa menyebabkan tidak berfungsinya kamera. Tapi tidak semua kerusakan kamera tidak berfungsi disebabkan oleh IC! Jadi perlu sekali pemahaman mendalam tentang skema!” Jelasku lagi.
Begitu melihat skema bagian kamera, sang murid menggaruk-garuk kepalanya kebingungan.Memang sudah menjadi tradisi, kesulitan utama seseorang dalam mempelajari tehnik perbaikan ponsel adalah pemahaman akan skema.
“Untuk memahami sebuah skema, kita perlu memilah-milah skema !” jawab saya.”Mari kita pecah rangkaiannya menjadi bagian-bagian kecil.”
Rangkaian IC di atas sebenarnya adalah bukan bagian dari system kamera, melainkan bagian dari sensor magnet.
Selanjutnya N3305 merupakan rangkaian  lampu flash.
Sedangkan rangkaian di bawah ini adalah bagian dari regulator penghasil tegangan kerja modul kamera
Kembali ke kasus si murid, langkah awal perbaikan dimulai dengan memperhatikan modul kameranya apakah sudah rusak atau belum. Baik dari segi fisiknya sampai ke pengecekan rangkaian dalam dari modul kamera diperiksa apakah ada yang putus. Dari hasil pemeriksaan, modul kamera baik adanya. Namun berhubung modul ini mudah sekali diganti dan relatif gampang dicari, tidak ada salahnya jika kita langsung mengganti modul ini.
Proses perbaikan berlanjut ke pemeriksaan jalur. Terlihat jelas pada skema di konektor modul kamera terdapat 16 pin yang terhubung ke modul kamera, sedangkan pin 17 sd pin 21 tidak terhubung langsung. Mengingat  sebagian besar pin modul kamera terhubung ke IC yang dikemas secara BGA ( Ball Grid Array), diperlukan teknik pengukuran khusus yang memudahkan kita memastikan jalur dari pin konektor ke kaki IC yang dituju tanpa perlu mengangkatnya. Dari hasil pemeriksaan, kesemua jalurnya tidak ada yang putus.
Setelah itu kita perlu mengukur tegangan kerja dari modul kamera tersebut. Dari skema bisa dilihat bahwa modul kamera membutuhkan dua tegangan kerja yaitu VCAM_1V8  dan VCAM_2V8. Yang masing-masing memiliki tegangan 1,8 volt dan 2,8 volt. Harus dicermati, kedua tegangan kerja ini baru bisa diukur sewaktu modul kamera diaktifkan VCAM_1V8 diukur di C3320 dan  VCAM_2V8 di C3321 . Sewaktu diukur, salah satu tegangan kerja ini tidak ada, tegangan di C3321 yang seharusnya sebesar 2,8 volt hanya ada sekitar 0,12 volt. Bisa ditarik kesimpulan VCAM_2V8 tidak tersalurkan ke modul kamera, dan ini menyebabkan kamera tidak bisa bekerja baik.
Dari sini penyebab masalah sudah ditemukan, untuk perbaikannya kita harus mengetahui dari mana tegangan VCAM_2V8 dihasilkan. Dengan menelusuri skema dengan seksama, bisa dipastikan bahwa tegangan ini berasal dari N3303. Besar kemungkinan regulator ini tidak bekerja. Setelah diganti dengan yang baru, VCAM_2V8 naik jadi sebesar 2,8 volt, kamera pun bekerja normal.
Ditulis oleh
-Tayung, ST
-Ridwan , ST
-Staff Pengajar V-Tiga
-Pusat Pelatihan Teknisi Ponsel